Kamis, 23 Agustus 2012

Cangkir yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. 

Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
 "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,' ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui
bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna". Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop!Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata "belum!" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. 
Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan kera. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum!'.

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku
diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu
memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum!" lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia
memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!. Tolong!
Hentikan penyiksaan ini! Sambil nangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang
ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas
"menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan
aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak
percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang bergitu cantik. Semua
kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Renungan!
Seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah
menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah
satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan
memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh ke dalam berbagai
cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan dan
kekuatan. Biarkanlah ketekunan ini memperoleh buah yang matang supaya Anda
menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun".

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah
sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelahh
semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk
Anda.


Tidak ada komentar: